Jumat, 29 Desember 2017

Perjuangan Di Tanjung

Perjuangan Di Tanjung


September adalah bulan kembalinya aku ke kota jauh, kota medan namanya. Kota dimana aku melanjutkan pendidikanku di jenjang S1. saat ini aku memasuki tingkat 2, semester 3 tepatnya aku anak IT orang bilang anak IT itu orang-orang muka suntuk, Menurut aku ya ada benarnya juga sih. “IT?, orang menganggap IT itu adalah hal yang gampang-gampang susah namun disisi lain hanya aku yang tau dimana letak kesulitan dan kemudahan dari IT. IT sudah seharusnya menjadi bagian dari hobiku, yah walaupun aku membutuhkan proses yang panjang untuk mengenalinya dan mengencaninya setiap saat”
“huffffffff, hari sudah larut saat aku tiba di kota Medan dan itu menjadi salah satu perjalanan terjauhku naik mobil”
dan saat itu adalah saat dimana aku memasuki kos-kosan yang baru dan terasa kaku bagiku memasuki rumah kos baru dengan keadaan yang berantakan dan kotor, seolah-olah seluruh barang-barang yang berserakan itu mencemoohiki
                        “dasar kamu, orang-orang malas kamu biarkan aku tergeletak seperti ini  dan tidak tersusun”
Hari-hari berlalu begitu saja setiap harinya dengan kondisi kos-kosan yang masih berantakan, yah aku melalui setiap waktunya bersama dengan dua orang teman yang menurutku mereka itu gokil dan aneh. Saat mereka tertawa seolah tawa mereka itu sangat dipaksakan sehingga urat-urat leher mereka terlihat terkadang sampai batuk-batuk
“HUAAAHAAAHAHAHAHAAAAA, khuk.... khuk.... khuk......”, gitu.
itu yang membuatku merasa aneh dan lucu melihat mereka. Konyol sih awalnya bergabung dengan mereka tapi itu adalah hal baru yang akan mewarnai dan mengisi hari-hariku berikutnya.
Hingga tiba pada saat dimana sesuatu yang sangat aneh itu muncul, tanggal 07 September 2017 tepatnya. Ini tentang seseorang yang aku kenal beberapa bulan lalu di sebuah tempat ibadah, perkenalan kami unik saat itu dia sedang sakit dan teman ku minta tolong agar aku membelikan obat untuk dia karena dia lupa membawa yang biasa dia minum saat penyakitnya kambuh Aku merasa nyesal karena pada saat itu aku gak bisa mendapatkan obat yang dibutuhkannya.
Melani dia adalah wanita yang aku ceritakan diatas, Melani adalah seorang mahasiswi Fakultas Basaha Inggris yang kuliah di Universitas HKBP Nomensen Medan dia seorang wanita yang manis, memiliki lesung pipi, dan memiliki tubuh yang mungil. Pada saat pertemuan kami yang pertama itu, aku merasa ada yang berbeda dari dia hingga sesuatu perasaan yang sulit dijelaskan muncul dalam hatiku yang hanya membuahkan satu kalimat di dalam hatiku
            “Aku suka sama dia, dia berbeda, dia bisa memberikan getaran yang tidak pernah aku dapatkan dari wanita lain”
Perkenalan kami pada hari itu berakhir di kos Achien, Achien adalah teman sekelas Melani kami mengantar Melani ke kos Achien untuk istrahat kami bertiga berjalan kaki melewati gang gelap dan sepi menuju kos Achien. Saat dalam perjalanan kami berusaha menghibur Melani dengan berbagai cara, akupun mencari alasan dengan sok penuh rasa ingin tahu menyakan kepada Melani apa Bahasa inggrisnya Mengingat kembali
            “Mel Gimana sih caranya supaya bisa berbahasa inggris, aku sering lupa dengan kata-kata dalam bahasa inggris”
            “Yah kamu bisa memulainya dengan membiasakan mengucapkan kata-kata dalam bahasa inggris dan mencoba untuk mengingatnya kembali setiap hari”
Jawab Melani, seorang mahasiswi imut yang sedang menahan pusing dikepala dan sesak di dadanya.
Aku kembali memberikan pertanyaan kepeda melani
“Mel apa bahasa inggrisnya Mengingat?”
“mengingat itu bisa saja remaind dan thingking tergantung kondisi yang digunakan pada saat percakapan yang terjadi”
Kembali jawab Melani, seorang mahasiswi imut nan manis
            “Jadi, kalau kamu mau mahir berbahasa inggris kamu harus perbanyak menghapal dan menambah perbendaharaan kata yang kamu miliki”, tegasnya kembali.
            “Ok Mel, akau akan coba”.
Saat kami tiba di kos Achien, aku hanya bisa menunggu mereka di depan gerbang karena pria tidak diperbolehkan untuk masuk kedalam. Sembari aku menunggu mereka keluar, terpintas didalam pikiranku
            “Melani anaknya keren, cantik, pinter Bahasa Inggris dan dia tidak pelit dengan ilmu”
Pada saat itulah aku mulai menyukai sosok melani yang Imut, manis seorang wanita muda yang dianugrahi lesung pipi hingga membuatnya tampak terlihat sangat anggun dan menawan ibaratkan mawar merah merekah dipagi hari.
Perkenalan dan pertemuan kami berakhir dimalam itu untuk beberapa saat, malam itu menjadi malam terindah yang pernah aku alami sepanjang hidupku dimana aku bertemu dengan seorang wanita yang membuatku merasakan hal tidak karuan dalam hatiku, pertemuaku dengannya menyebabkan reaksi dahsyat didalam hatiku seolah-olah aku hampir terbunuh dengan racun cinta dari seorang wanita yang aku ibaratkan mawar merah merah merekah tersebut.
Beberapa bulan kemudian hal yang sama hampir terulang kembali, disaat aku bertemu dengan Dewi yang juga adalah teman sekelas Melani wanita manis nan menawan tersebut. Pada saat itu aku sedang menolong temanku mencari kos-kosan yang bisa ditempatinya, pada waktu yang bersamaan Dewi berkata
            “Bang, aku tahu ada kamar kosong di kos temanku biaya kosya Rp500.000 perbulan dan fasilitasnya lengkap alamatnya di Jl. Perjuangan Gg. Tanjung dekat Pancing ’nama sebuah daerah di kota Medan’. Melani nama temanku itu bang”, dia memanggilku abang karena kami adalah teman sejak SMK di Sibolga
            “Manalah Wi nomor handphone temanmu itu, supaya aku hubungi dia untuk menanyakan kos-kosan yang kosong itu”, jawabku
Dan Dewipun memberikan nomor Hp Melani, pada saat itu aku belum tahu persih bahwa melani yang disebutkan Dewi adalah orang yang sama dengan wanita manis bak mawar merah merekah yang aku antarkan ke kos-kosan Achien pada malam itu, Hingga akhirnya aku menyimpan nomor Hp melani di dalam kontak Hpku. Sejak malam itu kami tidak pernah saling berkomunikasi lagi hingga melani kembali kedalam rutinitas kuliahnya dan akupun kembali kedalam rutinitas harianku bekerja dan kuliah, perasaan yang aku alami terhempas begitu saja seolah-olah tidak meninggalkan bekas sedikitpun didalam lubuk hatiku yang terdalam. Hari berganti hari, minggu berganti minggu, bulan berganti bulan semua berlalu seperti biasanya dan tidak ada jejak bahkan tanda-tanda bahwa kami akan bertemu kembali lagi.

Hingga sampai pada hari ini dimana aku merasakan kebahagiaan yang menurutku aneh namun itu sangat aku butuhkan, ini adalah dimana Melani tiba-tiba hadir kembali kedalam kehidupanku saat itu nada dering pemberitahuan Hpku berbunyi untuk menandakan bahwa ‘Melani menanmbahkan anda sebagai teman di line dengan nomor HP’ rasanya jantungku kembali berdebar tidak karuan dan diikuti rasa heran, bingung, seneng, dan seolah penuh harap. Hingga akupun memutuskan untuk mengirim stiker tanda aku menyapanya di dalam kolom percakapan detik bergulir perlahan mengubah waktu menjadi menit semua terasa lama bagiku disaat aku menunggu balasan dari Melani, hingga akhirnya aku mendapat balasan kiriman stiker dari Melani rasa senang, bahagia dan penuh harap yang sulit untuk dijelaskan timbul dan bergejolak didalam hatiku seolah seperti ribuan Petasan penyambutan Tahun baru di ledakkan di dalam jantung dan hatiku.

Hari berganti minggu berlalu komunikasi antara kami terasa semakin dekat sehingga membuatku kembali merasakan sesuatu hal yang mungkin inikah CINTA sehingga aku memberanikan diri untuk mengajaknya bertemu secara langsung, semua pertemuan berawal dari kampusnya saat itu aku sengaja main ke kampusnya untuk menemuinya. Hal yang membuatku merasa sangat bahagia adalah disaat dimana aku merasakan cemburu yang kuat disaat tangannya ditarik paksa oleh seorang teman cowok secara kasar, aku merasa tidak terima saat dia diperlakukan seperti itu hingga semua itu berlalu menemui hari-hari berikutnya untuk bertemu kembali.
Malam itu adalah malam senin dimana aku pertama kali menjemputnya untuk nongkrong bareng, suasana hati yang awalnya bahagia makin menjadi tidak karuan disaat perjalanan menuju kosnya semakin dekat rasanya jantung ini bekerja berpuluh-puluh kali lipat yang membuat seluruh tubuhku bergetar tidak karuan menandakan aku Grogi saat akan bertemu dengannya. Malam itu menjadi malam yang sangat berarti bagiku sampai semua berakhir dan aku mengantarnya pulang kembali ke kosnya.

Hari-hari aku lalui dengan penuh semangat  karena aku mendapatkan motivasi baru dari dirinya, rasa khawatir, takut, peduli, canda, tawa, kejahilan itulah hal” yang mengisi hari-hari kami kedepannya. Hingga suatu waktu aku mendapat gairah baru untuk membangkitkan hoby yang lama telah terkubur, setiap kali aku menatap senyumnya, tawanya, lesung pipinya, bola mata indahnya, dan rasa peduli yang dimiliki seolah-olah menjadi auman singa didalam jiwaku untuk menuangkan semuanya kedalam sebuah Tulisan menjadi sebuah karangan berharga dalam hidupku.

Hari bertemu hari aku lalui dengan kebahagiaan saat aku dapat bercerita dan mendengar cerita darinya, aku merasa makin dekat dan makin mengagumuinya di dalam hatiku. Hingga hari itu muncul dan mengubah semuanya, hari dimana disaat dia mengatakan bahwa yang kami lalui dan kami alami hanyalah sebatas teman saja, hari itu tepat hari dimana dia mulai menjauh dariku dan dia mulai mengubah komunikasi yang saling terbuka menjadi komunikasi yang mulai tertutup hingga hal itu memaksaku untuk bertanya kepadanya
            “Hai Mel, kamu apa kabar kok kamu tidak membalas pesanku dari kemaren malam”
Itu adlaah pesan pertamaku dihari itu, Melani hanya terdiam tanpa jawaban sedikitpun hingga aku kembali menanyakan sesuatu kepadanya
            “Mel, nanti malam aku jadi ya mainke kosmu”, tanyaku
            “Kayaknya gak usah deh, dan sebaiknya kamu gak usah lagi datang ke kosku untuk kedepannya juga”, jawab Melani.
Aku terdiam sejenak saat membaca balasan pesan darinya, semua terasa sangat menyakitkan bagiku hati ini terasa seperti disiram air jeruk yang sangat Pedih dan dada ini terasa ditimpa beban ribuan kilo. Hingga aku memberanikan diri menanyakan alasan yang logis kepadanya kenapa aku tidak boleh lagi bermain ke kosnya
            “Emang kenapa Mel, aku ada salah samamu, atau kamu bisa memberikan alasan kenapa aku tidak bisa main ke kosmu lagi?”, tanyaku kepadanya dengan cemas dan dipenuhi perasaan yang makin kacau tidak karuan.
            “Tidak ada alasan untuk hal itu, karena sejak awal aku hanya menganggapmu sebatas teman tidak lebih. Dan semua yang kamu lakukan kepadaku itu semua hanya aku anggap sebagai MODUS dan gak berarti apa-apa bagiku, aku minta maaf jika selama ini aku sudah membuatmu khawatir dengan setiap keadaanku, aku memang pembuat maslah. Dan aku minta mulai saat ini jauhi aku, jika tidak maka buat semua biasa saja diantara kita”, jawabnya

Jawaban darinya membuatku terdiam dan bengong aku hanya bisa menatap layar Hpku yang berisi pesan balasan darinya, hingga secara mataku meneteskan beberapa tetesan embun kepeihan dari dalam lubuk hatiku terdalam. Semua terasa semakin menyiksa dan membuatku tidak dapat berkata apa-apa pada saat itu detik berlalu aku menghela nafas panjang dan menghembuskannya secara perlahan, aku mulai menekan tombol pada Hpku untuk membalas pesan darinya
            “Jika memang itu yang membuatmu bahagia dan itu yang membuatmu nyaman, aku akan lakukan. Terimakasih atas kejujuran yang sudah kamu berikan kepadaku”, jawabku kepadanya.
Hari itu adalah hari terburuk bagiku saat aku mengetahuai semua kejujurannya, namun aku harus tetap kuat dan menerima semua dengan rasa bersyukur. Karena aku tau kejujuran adalah hal terpenting dalam sebuah hubungan meskipun terasa sangat menyakitkan dan kegagalan suatu hubungan akan membuat kita menjadi lebih baik lagi untuk menjalani hubungan berikutnya.





Firdaus

#meffs63