Perjuangan Di Tanjung
September adalah
bulan kembalinya aku ke kota jauh, kota medan namanya. Kota dimana aku
melanjutkan pendidikanku di jenjang S1. saat ini aku memasuki tingkat 2,
semester 3 tepatnya aku anak IT orang bilang anak IT itu orang-orang muka
suntuk, Menurut aku ya ada benarnya juga sih. “IT?, orang menganggap IT itu
adalah hal yang gampang-gampang susah namun disisi lain hanya aku yang tau
dimana letak kesulitan dan kemudahan dari IT. IT sudah seharusnya menjadi
bagian dari hobiku, yah walaupun aku membutuhkan proses yang panjang untuk
mengenalinya dan mengencaninya setiap saat”
“huffffffff, hari sudah larut saat aku
tiba di kota Medan dan itu menjadi salah satu perjalanan terjauhku naik mobil”
dan saat itu adalah saat dimana aku
memasuki kos-kosan yang baru dan terasa kaku bagiku memasuki rumah kos baru
dengan keadaan yang berantakan dan kotor, seolah-olah seluruh barang-barang
yang berserakan itu mencemoohiki
“dasar
kamu, orang-orang malas kamu biarkan aku tergeletak seperti ini dan tidak tersusun”
Hari-hari berlalu begitu saja setiap
harinya dengan kondisi kos-kosan yang masih berantakan, yah aku melalui setiap
waktunya bersama dengan dua orang teman yang menurutku mereka itu gokil dan
aneh. Saat mereka tertawa seolah tawa mereka itu sangat dipaksakan sehingga
urat-urat leher mereka terlihat terkadang sampai batuk-batuk
“HUAAAHAAAHAHAHAHAAAAA, khuk.... khuk.... khuk......”, gitu.
itu yang membuatku merasa aneh dan lucu
melihat mereka. Konyol sih awalnya bergabung dengan mereka tapi itu adalah hal
baru yang akan mewarnai dan mengisi hari-hariku berikutnya.
Hingga tiba pada saat dimana sesuatu
yang sangat aneh itu muncul, tanggal 07 September 2017 tepatnya. Ini tentang
seseorang yang aku kenal beberapa bulan lalu di sebuah tempat ibadah, perkenalan
kami unik saat itu dia sedang sakit dan teman ku minta tolong agar aku
membelikan obat untuk dia karena dia lupa membawa yang biasa dia minum saat
penyakitnya kambuh Aku merasa nyesal karena pada saat itu aku gak bisa
mendapatkan obat yang dibutuhkannya.
Melani dia adalah wanita yang aku
ceritakan diatas, Melani adalah seorang mahasiswi Fakultas Basaha Inggris yang
kuliah di Universitas HKBP Nomensen Medan dia seorang wanita yang manis,
memiliki lesung pipi, dan memiliki tubuh yang mungil. Pada saat pertemuan kami
yang pertama itu, aku merasa ada yang berbeda dari dia hingga sesuatu perasaan
yang sulit dijelaskan muncul dalam hatiku yang hanya membuahkan satu kalimat di
dalam hatiku
“Aku suka sama dia, dia berbeda, dia
bisa memberikan getaran yang tidak pernah aku dapatkan dari wanita lain”
Perkenalan kami pada hari itu berakhir
di kos Achien, Achien adalah teman sekelas Melani kami mengantar Melani ke kos
Achien untuk istrahat kami bertiga berjalan kaki melewati gang gelap dan sepi
menuju kos Achien. Saat dalam perjalanan kami berusaha menghibur Melani dengan
berbagai cara, akupun mencari alasan dengan sok penuh rasa ingin tahu menyakan
kepada Melani apa Bahasa inggrisnya Mengingat kembali
“Mel Gimana sih caranya supaya bisa
berbahasa inggris, aku sering lupa dengan kata-kata dalam bahasa inggris”
“Yah kamu bisa memulainya dengan membiasakan
mengucapkan kata-kata dalam bahasa inggris dan mencoba untuk mengingatnya
kembali setiap hari”
Jawab Melani, seorang mahasiswi imut
yang sedang menahan pusing dikepala dan sesak di dadanya.
Aku kembali memberikan pertanyaan kepeda
melani
“Mel apa bahasa inggrisnya Mengingat?”
“mengingat itu bisa saja remaind dan thingking
tergantung kondisi yang digunakan pada saat percakapan yang terjadi”
Kembali jawab Melani, seorang mahasiswi
imut nan manis
“Jadi, kalau kamu mau mahir berbahasa
inggris kamu harus perbanyak menghapal dan menambah perbendaharaan kata yang
kamu miliki”, tegasnya kembali.
“Ok Mel, akau akan coba”.
Saat kami tiba di kos Achien, aku hanya bisa
menunggu mereka di depan gerbang karena pria tidak diperbolehkan untuk masuk
kedalam. Sembari aku menunggu mereka keluar, terpintas didalam pikiranku
“Melani anaknya keren, cantik, pinter Bahasa
Inggris dan dia tidak pelit dengan ilmu”
Pada saat itulah aku mulai menyukai
sosok melani yang Imut, manis seorang wanita muda yang dianugrahi lesung pipi
hingga membuatnya tampak terlihat sangat anggun dan menawan ibaratkan mawar
merah merekah dipagi hari.
Perkenalan dan pertemuan kami berakhir dimalam
itu untuk beberapa saat, malam itu menjadi malam terindah yang pernah aku alami
sepanjang hidupku dimana aku bertemu dengan seorang wanita yang membuatku
merasakan hal tidak karuan dalam hatiku, pertemuaku dengannya menyebabkan
reaksi dahsyat didalam hatiku seolah-olah aku hampir terbunuh dengan racun
cinta dari seorang wanita yang aku ibaratkan mawar merah merah merekah
tersebut.
Beberapa bulan kemudian hal yang sama hampir terulang kembali, disaat aku bertemu dengan Dewi yang juga adalah teman sekelas Melani wanita manis nan menawan tersebut. Pada saat itu aku sedang menolong temanku mencari kos-kosan yang bisa ditempatinya, pada waktu yang bersamaan Dewi berkata
Beberapa bulan kemudian hal yang sama hampir terulang kembali, disaat aku bertemu dengan Dewi yang juga adalah teman sekelas Melani wanita manis nan menawan tersebut. Pada saat itu aku sedang menolong temanku mencari kos-kosan yang bisa ditempatinya, pada waktu yang bersamaan Dewi berkata
“Bang, aku tahu ada kamar kosong di kos
temanku biaya kosya Rp500.000 perbulan dan fasilitasnya lengkap alamatnya di
Jl. Perjuangan Gg. Tanjung dekat Pancing ’nama sebuah daerah di kota Medan’.
Melani nama temanku itu bang”, dia memanggilku abang karena kami adalah
teman sejak SMK di Sibolga
“Manalah Wi nomor handphone temanmu itu,
supaya aku hubungi dia untuk menanyakan kos-kosan yang kosong itu”, jawabku
Dan Dewipun memberikan nomor Hp Melani,
pada saat itu aku belum tahu persih bahwa melani yang disebutkan Dewi adalah
orang yang sama dengan wanita manis bak mawar merah merekah yang aku antarkan
ke kos-kosan Achien pada malam itu, Hingga akhirnya aku menyimpan nomor Hp
melani di dalam kontak Hpku. Sejak malam itu kami tidak pernah saling
berkomunikasi lagi hingga melani kembali kedalam rutinitas kuliahnya dan akupun
kembali kedalam rutinitas harianku bekerja dan kuliah, perasaan yang aku alami
terhempas begitu saja seolah-olah tidak meninggalkan bekas sedikitpun didalam
lubuk hatiku yang terdalam. Hari berganti hari, minggu berganti minggu, bulan
berganti bulan semua berlalu seperti biasanya dan tidak ada jejak bahkan
tanda-tanda bahwa kami akan bertemu kembali lagi.
Hingga sampai pada hari ini dimana aku
merasakan kebahagiaan yang menurutku aneh namun itu sangat aku butuhkan, ini
adalah dimana Melani tiba-tiba hadir kembali kedalam kehidupanku saat itu nada
dering pemberitahuan Hpku berbunyi untuk menandakan bahwa ‘Melani menanmbahkan
anda sebagai teman di line dengan nomor HP’ rasanya jantungku kembali berdebar
tidak karuan dan diikuti rasa heran, bingung, seneng, dan seolah penuh harap. Hingga
akupun memutuskan untuk mengirim stiker tanda aku menyapanya di dalam kolom
percakapan detik bergulir perlahan mengubah waktu menjadi menit semua terasa
lama bagiku disaat aku menunggu balasan dari Melani, hingga akhirnya aku
mendapat balasan kiriman stiker dari Melani rasa senang, bahagia dan penuh
harap yang sulit untuk dijelaskan timbul dan bergejolak didalam hatiku seolah
seperti ribuan Petasan penyambutan Tahun baru di ledakkan di dalam jantung dan
hatiku.
Hari berganti minggu berlalu komunikasi antara
kami terasa semakin dekat sehingga membuatku kembali merasakan sesuatu hal yang
mungkin inikah CINTA sehingga aku memberanikan diri untuk mengajaknya bertemu
secara langsung, semua pertemuan berawal dari kampusnya saat itu aku sengaja
main ke kampusnya untuk menemuinya. Hal yang membuatku merasa sangat bahagia
adalah disaat dimana aku merasakan cemburu yang kuat disaat tangannya ditarik
paksa oleh seorang teman cowok secara kasar, aku merasa tidak terima saat dia
diperlakukan seperti itu hingga semua itu berlalu menemui hari-hari berikutnya
untuk bertemu kembali.
Malam itu adalah malam senin dimana aku
pertama kali menjemputnya untuk nongkrong bareng, suasana hati yang awalnya
bahagia makin menjadi tidak karuan disaat perjalanan menuju kosnya semakin
dekat rasanya jantung ini bekerja berpuluh-puluh kali lipat yang membuat
seluruh tubuhku bergetar tidak karuan menandakan aku Grogi saat akan bertemu
dengannya. Malam itu menjadi malam yang sangat berarti bagiku sampai semua
berakhir dan aku mengantarnya pulang kembali ke kosnya.
Hari-hari aku lalui dengan penuh
semangat karena aku mendapatkan motivasi
baru dari dirinya, rasa khawatir, takut, peduli, canda, tawa, kejahilan itulah
hal” yang mengisi hari-hari kami kedepannya. Hingga suatu waktu aku mendapat
gairah baru untuk membangkitkan hoby yang lama telah terkubur, setiap kali aku
menatap senyumnya, tawanya, lesung pipinya, bola mata indahnya, dan rasa peduli
yang dimiliki seolah-olah menjadi auman singa didalam jiwaku untuk menuangkan
semuanya kedalam sebuah Tulisan menjadi sebuah karangan berharga dalam hidupku.
Hari bertemu hari aku lalui dengan
kebahagiaan saat aku dapat bercerita dan mendengar cerita darinya, aku merasa
makin dekat dan makin mengagumuinya di dalam hatiku. Hingga hari itu muncul dan
mengubah semuanya, hari dimana disaat dia mengatakan bahwa yang kami lalui dan
kami alami hanyalah sebatas teman saja, hari itu tepat hari dimana dia mulai
menjauh dariku dan dia mulai mengubah komunikasi yang saling terbuka menjadi
komunikasi yang mulai tertutup hingga hal itu memaksaku untuk bertanya
kepadanya
“Hai Mel, kamu apa kabar kok kamu tidak
membalas pesanku dari kemaren malam”
Itu adlaah pesan pertamaku dihari itu,
Melani hanya terdiam tanpa jawaban sedikitpun hingga aku kembali menanyakan
sesuatu kepadanya
“Mel, nanti malam aku jadi ya mainke kosmu”,
tanyaku
“Kayaknya gak usah deh, dan sebaiknya kamu
gak usah lagi datang ke kosku untuk kedepannya juga”, jawab Melani.
Aku terdiam sejenak saat membaca balasan
pesan darinya, semua terasa sangat menyakitkan bagiku hati ini terasa seperti
disiram air jeruk yang sangat Pedih dan dada ini terasa ditimpa beban ribuan
kilo. Hingga aku memberanikan diri menanyakan alasan yang logis kepadanya
kenapa aku tidak boleh lagi bermain ke kosnya
“Emang kenapa Mel, aku ada salah samamu,
atau kamu bisa memberikan alasan kenapa aku tidak bisa main ke kosmu lagi?”,
tanyaku kepadanya dengan cemas dan dipenuhi perasaan yang makin kacau tidak
karuan.
“Tidak ada alasan untuk hal itu, karena
sejak awal aku hanya menganggapmu sebatas teman tidak lebih. Dan semua yang
kamu lakukan kepadaku itu semua hanya aku anggap sebagai MODUS dan gak berarti
apa-apa bagiku, aku minta maaf jika selama ini aku sudah membuatmu khawatir
dengan setiap keadaanku, aku memang pembuat maslah. Dan aku minta mulai saat
ini jauhi aku, jika tidak maka buat semua biasa saja diantara kita”,
jawabnya
Jawaban darinya membuatku terdiam dan
bengong aku hanya bisa menatap layar Hpku yang berisi pesan balasan darinya,
hingga secara mataku meneteskan beberapa tetesan embun kepeihan dari dalam
lubuk hatiku terdalam. Semua terasa semakin menyiksa dan membuatku tidak dapat
berkata apa-apa pada saat itu detik berlalu aku menghela nafas panjang dan
menghembuskannya secara perlahan, aku mulai menekan tombol pada Hpku untuk
membalas pesan darinya
“Jika memang itu yang membuatmu bahagia dan
itu yang membuatmu nyaman, aku akan lakukan. Terimakasih atas kejujuran yang
sudah kamu berikan kepadaku”, jawabku kepadanya.
Hari itu adalah hari terburuk bagiku
saat aku mengetahuai semua kejujurannya, namun aku harus tetap kuat dan
menerima semua dengan rasa bersyukur. Karena aku tau kejujuran adalah hal
terpenting dalam sebuah hubungan meskipun terasa sangat menyakitkan dan
kegagalan suatu hubungan akan membuat kita menjadi lebih baik lagi untuk
menjalani hubungan berikutnya.
Firdaus
#meffs63
Tidak ada komentar:
Posting Komentar